Tampilkan postingan dengan label Information and Learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Information and Learning. Tampilkan semua postingan

05 Agustus, 2010

JANGAN REMEHKAN USUS BUNTU

Usus buntu (Apendisitis) adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini dapat mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir.

04 Agustus, 2010

TIP MEMILIH TEMPLATE

"Template mu adalah identitas mu. Pemilihan template tidak bisa dilakukan secara sembarangan".

Saya pernah mereview salah satu blog yang berNiche cord gitar tetapi template yang digunakan berbasis magazine (*mudah-mudahan orangnya gak baca ini). Tidak salah memang…ini tergantung dengan tastenya si Admin. Masalahnya, apakah ini cocok dimata yang lain. Blog tidak hanya dilihat untuk kita sendiri selaku admin tetapi juga untuk mereka yang bertindak sebagai visitor.

31 Juli, 2010

HOW TO SETTINGS YOUR BLOG ?

If your blog want caried by google, you must doing several settings. This is how to setting your blog:
  1. Login to blogger.com with your ID.
  2. If your blog more than 1, click at the blog title want to setting.
  3. Click Setting and then click Basic. Several form that must in the contents to the menu basic:

MENGATASI RASA MALAS

Mereka sibuk dan mereka tetap sibuk karena itu salah satu cara untuk menghindari sesuatu yang tidak ingin mereka hadapi. Ada orang sibuk nonton TV, sibuk memancing, bermain golf, sibuk belanja ke Mall, namun didalam hati mereka ingin menghindari sesuatu hal yang tidak ingin mereka hadapi. Ini adalah bentuk kemalasan yang paling umum. Malas dengan jalan tetap sibuk. Ada juga orang yang sibuk bekerja keras sehingga tidak perduli dengan istri dan anaknya. Dan ada juga orang yang terlalu sibuk mengurusi kekayaan mereka dan tidak perduli dengan kesehatan mereka. Dan ada orang yang terlalu sibuk mengurusi kesehatan dan tidak perduli lagi terhadap pekerjaan. Yang menjadi ukuran malas adalah apa yang dianggap penting jauh di dalam lubuk hati mereka, tetapi mereka hindari.

27 Juli, 2010

TIDAK

Tahukah anda ketika kita berkata tidak?
Bahwa dalam hidup ada suatu perbuatan yang sia-sia tapi tak menghasilkan? Perbuatan itu adalah berusaha untuk selalu berkata “ya” untuk memuaskan orang lain. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah cerita rakyat dari Eropa yang mengilustrasikan hal ini dengan sangat baik. Selamat membaca!
Di suatu pagi hari yang cerah, seorang penggiling tepung dan anaknya pergi untuk menjual hasil gilingannya ke kota. Anaknya menunggangi keledai sementara ayahnya berjalan di sisi keledai itu.

22 Juni, 2010

JENGKOLAN




Definisi

Keracunan akibat terjadinya pengendapan kristal asam jengkol di salurankemih. Ciri orang yang rentan pengendapan kristal asam jengkol ini belum dapat ditentukan.

21 Januari, 2010

DIABETES MELITUS


Definisi

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolisme yang ditandai oleh tingginya
kadar plasma glukosa (hiperglikemia) yang disebabkan oleh gangguan sekresi
insulin, aksi insulin atau keduanya.
DM ada 2 jenis atas dasar waktu dimulainya penyakit, yaitu :
  1. Tipe-1, Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) atau jenis remaja. Pada tipe ini terdapat destruksi dari sel-sel beta pancreas, sehingga tidak memproduksi insulin dan akibatnya sel tidak bisa menyerap glukosa dari darah.Kadar glukosa darah meningkat sehingga glukosa berlebih dikeluarkan lewaturin. Tipe ini banyak terjadi pada usia 30 tahun dan paling sering dimulai padausia 10 – 13 tahun.
  2. Tipe-2, Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) atau jenis dewasa.Tipe ini tidak tergantung dari insulin, lazimnya terjadi pada usia diatas 40tahun dengan insidensi lebih besar pada orang gemuk dan usia lanjut.
Penyebab

Kekurangan hormon insulin, yang berfungsi memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi dan mensintesa lemak.
Tipe-1 penyebabnya belum begitu jelas dapat disebabkan oleh infeksi virus yang
menimbulkan reaksi auto-imun berlebih untuk menanggulangi virus, selain itu
faktor keturunan memegang peran.
Tipe-2 disebabkan oleh menurunnya fungsi sel-sel beta serta penumpukan amiloid disekitar sel beta. Insufisiensi fungsi insulin yang disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Gambaran Klinis

  1. Penderita sering mengeluh lemah, kadang-kadang terasa kesemutan atau rasabaal serta gatal yang kronik.
  2. Penderita pada umumnya mengalami poliuria (banyak berkemih) polidipsia (banyak minum) dan polifagia (banyak makan).
  3. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  4. Selain itu penderita akan merasa sangat haus, kehilangan energi, rasa lemas dan cepat lelah.
  5. Pada keadaan lanjut mungkin terjadi penurunan ketajaman penglihatan
Diagnosis

Berdasarkan gejala diabetes dengan 3P (polifagia, poliuria, polidipsia). Diagnosis dapat dipastikan dengan Penentuan Kadar Gula Darah.
  1. Bila kadar glukosa darah sewaktu 200 mg/dl
  2. Glukosa darah puasa 126 mg/dl
  3. pada Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) didapatkan hasil pemeriksaan kadar gula darah 2 jam 200 mg/dl sesudah pemberian glukosa 75 gram.
Penatalaksanaan
  1. Tindakan umum yang dilakukan bagi penderita diabetes antara lain; diet dengan pembatasan kalori, gerak badan bila terjadi resistensi insulin gerak badan secara teratur dapat menguranginya, berhenti merokok karena nikotin dapat mempengaruhi penyerapan glukosa oleh sel.
  2. Jika tindakan umum tidak efektif menurunkan glukosa darah pada penderita diabetes Tipe-2 maka dapat diberikan antidiabetik oral :
  • Klorpropamid mulai dengan 0,1 gr/hari dalam sekali pemberian, maksimal 0,5 mg/hari
  • Glibenklamid mulai dengan 5 mg/hari dalam sekali pemberian, maksimal 10 mg/hari
  • Metformin mulai dengan 0,5 gr/hari dalam 2 – 3 kali pemberian, maksimal 2 g/hari.
Obat ini harus dimulai dengan dosis terkecil. Setelah 2 minggu pengobatan,
dosis dapat ditingkatkan.

Pada penderita diabetes Tipe-1 yang diberikan insulin seumur hidup, tidak dianjurkan minum antidiabetik oral.

Depkes - Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas Tahun 2007

21 November, 2009

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Definisi

Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang berlebihan yang terjadi sampai ibu hamilumur kehamilan 22 minggu. Muntah dapat begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan kembali.

Penyebab

Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Beberapa teori penyebab :
1. Peningkatan estrogen
2. Peningkatan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
3. Disfungsi psikis

Gambaran Klinis

Secara klinis hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan, yaitu :
1. Tingkat I
Muntah yang terus-menerus, timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman, berat badan menurun, nyeri epigastrium, muntah pertama keluar makanan, lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir, cairan empedu dan terakhir keluar darah.
Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun.
Mata cekung dan lidah kering, turgor kulit berkurang dan urin masih normal.
2. Tingkat II
Gejala lebih berat, segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan, haus hebat,
subfebril, nadi cepat dan lebih 100 – 140 kali per menit, tekanan darah sistole kurang 80 mmHg,
apatis, kulit pucat, lidah kotor, kadang ikterus ada, aseton ada, bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun.
3. Tingkat III
Gangguan kesadaran (delirium-koma), muntah berkurang atau berhenti, ikterus, sianosis, nistagmus, gangguan jantung, bilirubin ada dan proteinuria.

Diagnosis

1. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan), pekerjaan sehari-hari terganggu dan haus.
2. Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit, tekanan darah menurun pada keadaan berat, subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma).
3. Pemeriksaan Fisik : dehidrasi, keadaan berat, kulit pucat, ikterus, sianosis, berat badan menurun, porsio lunak pada vaginal touche, uterus besar sesuai usia gestasi.
4. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit, shift to the left, benda keton dan proteinuria.

Penatalaksanaan

1. Diet
a. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari.
b. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D.
c. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium.
2. Pada keadaan berat :
- Hentikan makan / minum per oral sementara ( 24 – 48 jam).
- Infus Dekstrosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1, 40 tetes per menit.
- Obat :
  • Vitamin B i.v : Vitamin B1, B2 dan B6 masing-masing 50 – 100 mg/hari/infus, dan Vitamin B12 200 mcg/hr/infus,
  • Penenang minor : Fenobarbital 30 mg i.m 2 – 3 kali per hari atau Klorpromazin 25 – 50 mg perhari atau diazepam 5 mg 2 – 3 kali perhari i.m.
  • Antiemetik : prometazin 2 – 3 kali 25 mg per hari atau klorpromazin 3 kali 3 mg perhari
  • Antasida 3 x 1 tab perhari per oral
- Pertimbangkan untuk dirujuk ke rumah sakit.

11 Oktober, 2009

Bakteri Mulai Tak Takut Antibiotik

Pasien yang mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter banyak yang tidak bisa langsung sembuh sakitnya. Bukan obatnya yang salah tapi memang kini ditemukan bakteri mulai tak takut terhadap antibiotik. Orang awam umumnya percaya jika antibiotik yang diminum sudah tidak manjur itu karena badannya sudah resisten akibat pola konsumsi antibiotik di masa lalu tidak pernah dihabiskan.
BakteriTapi peneliti dari New York University menemukan tidak mempannya pasien terhadap antibiotik karena bakteri mulai kebal saat si bakteri memproduksi enzim oksida nitrat. Peneliti mengatakan bahwa bakteri menghasilkan beberapa produksi enzim oksida nitrat sehingga kebal dengan antibiotik. Enzim tersebut menghambat mekanisme pertahanan yang diberikan oleh antibiotik dalam melawan infeksi yang berbahaya.
"Perkembangan obat terbaru untuk melawan bakteri yang resistan terhadap antibiotik seperti MRSA menjadi rintangan yang besar, karena dihubungkan dengan pengeluaran yang besar dan isu keamanan," ujar Evgeny Nudler dari NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Newsdaily. Nudler dan tim menemukan bahwa banyak antibiotik bisa membunuh bakteri melalui produksi partikel berbahaya yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, atau dengan kata lain disebut oxidative stress.
"Antibiotik yang masuk ke tubuh menyebabkan bakteri memproduksi oksigen reaktif yang banyak, sehingga merusak DNA serta bakteri tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya mati," lanjut Nudler. Peneliti menemukan bahwa oksida nitrat bisa melindungi bakteri melawan oxidative stress. Bakteri memproduksi oksida nitrat agar bisa resistan atau kebal terhadap antibiotik. Mekanisme pertahanan ini bisa diaplikaskan secara luas pada berbagai jenis antibiotik, sehingga satu bakteri bisa kebal terhadap berbagai macam antibiotik yang dikonsumsi.
Saat ini banyak perusahaan farmasi mulai melakukan pengujian terhadap berbagai komposisi untuk menurunkan jumlah oksida nitrat yang disebut dengan senyawa oksida nitrat sintase. Senyawa ini nantinya bertindak sebagai inhibitor dan digunakan sebagai obat anti peradangan. Peneliti berharap dengan adanya senyawa ini bisa digunakan untuk mengurangi jumlah oksida nitrat yang dihasilkan oleh bakteri, serta mengurangi kemampuan bakteri untuk melawan antibiotik. Ini berarti peneliti tidak perlu mencari antibiotik yang baru lagi.

Sumber http://health.detik.com/