Tampilkan postingan dengan label Layanan Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Layanan Kesehatan. Tampilkan semua postingan

06 Oktober, 2009

AYAM


Ayam potong menjadi kebutuhan pokok saat Lebaran. Saat membeli ayam potong sebaiknya Anda lebih teliti lagi. Akhir-akhir ini banyak ayam potong suntik yang beredar di pasaran. Agar tak salah beli kenali ciri-cirinya!Ayam potong menjadi kebutuhan pokok saat Lebaran. Saat membeli ayam potong sebaiknya Anda lebih teliti lagi. Akhir-akhir ini banyak ayam potong suntik yang beredar di pasaran. Agar tak salah beli kenali ciri-cirinya!


Ayam potong yang dijual di pasaran baik pasar tradisional maupun swalayan ada tiga jenis. Ayam negeri atau ayam broiler, ayam buras atau ayam kampung dan ayam jantan. Di pasar swalayan besar juga tersedia ayam probiotik dan ayam organik yang harganya lebih mahal.
Jenis ayam yang umum dikonsumsi adalah ayam negeri. Ayam ini biasanya berasal dari rumah potong ayam baik yang berskala besar maupun kecil. Ukuran ayam ini pun beragam, beratnya berkisar dari 700 gram – 900 gram. Meskipun ada juga yang dijual dengan berat lebih besar.
Ayam negeri ini umumnya dijual dalam bentuk karkas (ayam utuh tanpa kaki dan leher). Namun, ada juga penjual yang menyediakan potongan ayam berdasarkan bagiannya seperti paha, dada, jeroan, sayap dan kaki. Beberapa minggu lalu menjelang dan selama ramadhan dilakukan berbagai razia di pasar tardisional. Hasilnya cukup mengejutkan di daerah Depok dan berbagai daerah di Jawa diketemukan adanya ayam suntik.

Berbeda dengan trend penjual ayam potong yang menyelipkan ayam ‘tiren’ (mati kemarin) dan ayam yang direndam larutan formalin, trik yang satu ini tergolong baru. Pedagang ayam potong menyuntukkan air di bagian dada, paha dan punggung ayam. Tujuannya agar ayam yang kecil akan menggelembung badannya menjadi besar dan mengkilap.

Ayam suntik ini mengandung banyak air. Saat digantung, akan meneteskan banyak air dan jika dimasak akan menyusut banyak saat matang. Cara yang dipakai pedagang ini jelas-jelas merugikan konsumen karena tipuan berat. Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor juga membuktikan bahwa air yang dipakai untuk menyuntik tidak hiegenis.
Dengan proses pemasakan mikroorganisme yang terkandung dalam air tidak seluruhnya mati sehingga bisa tetap membahayakan kesehatan. Karena itu tak ada cara lain kecuali teliti dan waspada dalam membeli ayam potong terutama di pasar tardisional.

Berikut ini ciri-ciri ayam potong yang sudah disuntik air:
  • Kulit ayam terlihat mengkilap, tidak kesat.
  • Ayam terlihat basah, dengan genangan air di sekitarnya seolah habis dicuci.
  • Saat ditekan daging ayam terasa agak kencang, tidak lembek.
  • Bila diangkat, dijungkirkan cukup banyak tetesan air yang turun.
  • Berat ayam terlihat tidak wajar, ayam kecil tetapi bertanya di atas rata-rata.
  • Saat dimasak akan menyusut banyak dan mengeluarkan banyak air.
  • Untuk menghindari tipuan curang pedagang ayam, sebaiknya lakukan hal berikut saat berbelanja ayam potong:
  • Belilah ayam di tukang ayam langganan yang sudah terpercaya.
  • Amati tampilan fisik ayam potong. Ayam yang bagus, kulitnya berwarna putih sedikit kemerahan, kulitnya lekat dan kesat serta rongga perutnya tidak berair.
  • Saat diangkat atau dipotong-potong tidak mengeluarkan banyak air.
  • Jika perlu, belilah ayam potong yang berasal dari ayam hidup.
  • Membeli ayam di pasar swalayan besar sedikit lebih mahal tetapi kualitasnya lebih terjamin demikian juga timbangannya.
  • Cuci bersih ayam sebelum diolah atau disimpan dalam freezer.
Sumber Detik.com

29 Agustus, 2009

Kapan Perlu Konsumsi Pil Tidur?

VIVAnews - Meskipun tidak dianjurkan, kini banyak beredar ragam obat yang bisa mengantar orang ke peraduan dengan cepat. Ada yang dijual bebas, ada pula yang mesti dengan resep dokter.

Kapan perlu mengonsumsi pil tidur? Pil tidur memang solusi praktis dan dianggap sangat membantu saat insomnia melanda. Akibatnya, orang menjadikan pil tidur sebagai sebuah kebutuhan. Jika sedikit saja tak bisa tidur, pil tidur langsung jadi solusi.

Meski tidak digolongkan sebagai penyakit, tetapi sebuah gejala, insomnia merupakan masalah kesehatan yang cukup serius. Bila orang mengalami insomnia kronis dan tidak ditangani dengan tepat, ia bisa mengalami gangguan identitas diri, halusinasi, dan kecemasan yang tidak perlu.

Akibatnya, banyak orang mencari jalan pintas untuk bisa segera terlepas dari gangguan tidur ini, yakni dengan mengkonsumsi obat tidur. Tetapi, dari hasil penelitian terakhir, obat tidur menimbulkan efek samping yang kurang baik. Antara lain, kebingungan dan amnesia (hilangnya ingatan).

Dari hasil penelitian Dr. Charles Morin, psikolog dari Pusat Gangguan Tidur pada Medical College of California, pengukuran di laboratorium tidur menunjukkan: pasien yang diberi obat tidur justru banyak yang mengalami penurunan masa tidur yang lelap. Mereka mungkin bisa tidur lebih lama, namun kualitas tidur mereka buruk.

Pendapat lain mengatakan, pil tidur hanya memaksa orang untuk tidur. Kalau insomnia disebabkan oleh penyakit lain, seperti depresi atau kecemasan, maka penyakit itulah yang perlu diobati.

Menurut Frisca Yan-Go, MD, Direktur Sleep Disorders Center, Santa Monica–University of California, Los Angeles, AS, jangan mengonsumsi pil tidur sebelum menemui dokter.

Ia mengatakan, sebetulnya ada beberapa pil tidur yang sudah dikategorikan aman dikonsumsi tanpa resep dokter. Tapi hasilnya belum tentu efektif. Jika mengalami gejala sulit tidur, segera periksa ke dokter untuk mencari solusi yang tepat.

Kini, banyak dokter yang menyarankan para pengidap insomnia untuk menjalani terapi psikologis atau mengubah perilaku. Jika terapi ini dikombinasi dengan pil tidur secara terbatas, lebih efektif dalam menaklukkan insomnia ketimbang hanya minum pil tidur.


http://id.news.yahoo.com/viva/20090826/tls-kapan-perlu-konsumsi-pil-tidur-34dae5e.html

01 Mei, 2009

DEPKES SIAPKAN KAPSUL OSELTAMIVIR

Departemen Kesehatan secara terus menerus mengikuti perkembangan kesehatan yang terjadi di dunia dengan mengumpulkan data dan informasi serta kajian ilmiah dari berbagai sumber. Menurut Dirjen P2PL Depkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P., MARS, sesuai International Health Regulation 2005, setiap negara anggota WHO mempunyai focal point yang secara otomatis memperoleh laporan tentang perkembangan penyakit flu babi (swine flu) yang terjadi di Meksiko dan berbagai belahan dunia lainnya.
Walaupun penyakit flu babi yang disebabkan virus H1N1 belum ditemukan di Indonesia, namun Depkes telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan agar tidak masuk ke Indonesia dan antisipasi penanggulangnnya. Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Ditjen P2PL Depkes dr. Rita Kusriastuti, M.Sc. menyatakan Depkes telah mendistribusikan ke seluruh Puskesmas, RS rujukan flu burung, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Dinkes Kab/Kota dan Provinsi kapsul Oseltamivir yang pada dasarnya sama dengan obat untuk penanggulangan flu burung H5N1.
Depkes juga menyiapkan 100 rumah sakit rujukan yang mampu menangani kasus flu babi. Tiap rumah sakit memiliki ruang isolasi pasien, ventilator, obat dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya termasuk APD (Alat Pelndung Diri) bagi petugas kesehatan, jelas dr. Rita.
Simulasi pandemi penanggulangan episenter influenza juga sudah dua kali dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi apabila benar-benar terjadi pandemi.
Gejala flu babi mirip dengan flu burung, yaitu demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare. Cara penularannya melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasinya 3 sampai 5 hari, ujar dr. Rita
Karena itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai flu babi dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu. Bagi masyarakat yang telah melakukan perjalanan ke negara terjangkit flu babi, disarankan memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat, tegas dr. Rita.
Menurut catatan WHO 29 April 2009 sudah 9 negara yang mempunyai kasus swine influenza A/H1N1 dengan 148 kasus. Di Amerika Serikat dilaporkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium terdapat 91 kasus dengan satu kematian. Di Meksiko dilaporkan 26 kasus yang positif, 7 diantaranya meninggal dunia.
Tujuh negara yang juga melaporkan kasus swine influenza A yaitu Austria (1 kasus), Kanada (13 kasus), Jerman (3 kasus), Israel (2 kasus), New Zeland (3 kasus), Spanyol (4 kasus) dan di Inggris (5 kasus)selain di Meksiko dan Amerika Serikat.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

20 Januari, 2009

DESA SIAGA

Definisi
Desa Siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan (termasuk bencana dan kegawat-daruratan kesehatan) secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat. Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat.

Latar Belakang

  • UU No. 9 Tahun 1990 Tentang Pokok-Pokok Kesehatan
  • UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kewajiban Keikutsertaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
  • Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI)
  • Masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB)
  • Visi Pembangunan Kesehatan RI yaitu Indonesia Sehat Tahun 2010 dengan misi membuat rakyat sehat
  • Diperlukan upaya terobosan yang mempunyai daya ungkit secara signifikan yaitu melalui desa siaga.

Dasar Pelaksanaan

Dasar Pelaksanaan Desa Siaga adalah SK Menkes No. 554/Menkes/VIII/2004 tentang Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga dengan target nasional tahun 2008 adalah seluruh desa di Indonesia menjadi desa siaga. Sementara pelaksanaan di Kabupaten Sekadau sampai akhir 2007 dari 76 desa, baru 2 desa yang telah dibentuk desa siaga. Oleh sebab itu Dinkes dan KB Kabupaten Sekadau menggalang kemitraan dan melibatkan lintas sektoral terkait dalam pengembangan desa siaga.

Tujuan Desa Siaga


Tujuan Umum

  • Terwujudnya desa dengan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Tujuan khusus

  • Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan melaksanakan PHBS
  • Meningkatnya kemampuan masyarakat desa untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan
  • Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah penyakit, dsb)
  • Meningkatnya kesehatan lingkungan di desa

Sasaran Pengembangan Desa Siaga

  • Semua individu dan keluarga di desa yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya.
  • Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku individu dan keluarga di desa atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut yaitu tokoh-tokoh pemerintahan, masyarakat, agama, perempuan, pemuda, PKK, dan lain-lain.
  • Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan, peraturan perundang-undangan, tenaga, sarana, dana, dan lain-lain yaitu Camat, Kepala Desa, pejabat pemerintahan lainnya, dunia usaha, donatur, dan stakeholders lain..

Kriteria Desa Siaga

Desa Siaga memiliki minimal 1 (satu) Poskesdes atau Pos Kesehatan Desa yaitu suatu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang melaksanakan kegiatan minimal seperti :

  • Pengamatan Epidemiologis penyakit menular yang berpotensi menjadi KLB serta kekurangan gizi
  • Penanggulangan penyakit menular yang berpotensi menjadi KLB serta kekurangan gizi
  • Kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan
  • Pelayanan dasar sesuai dengan kompetensinya.
  • Promosi kesehatan untuk kadarzi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyehatan lingkungan, dan lain-lain merupakan kegiatan pengembangan.

Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)

Poskesdes adalah suatu wujud UKBM yang dibentuk di desa yang tidak memiliki akses terhadap Puskesmas/Pustu, dalam rangka menyediakan / mendekatkan yankes dasar bagi masyarakat desa. Pelayanannya berupa upaya2 promotif, preventif, dan kuratif yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela lain dengan sasaran ibu, bayi, anak balita, wanita usia subur, usila, dan masyarakat lainnya


Adapun tujuan dibentuknya Desa Siaga yaitu :

  • meningkatnya jangkauan & mutu yankes dasar
  • meningkatnya pembinaan thd kader
  • meningkatnya kesempatan membeirkan penyuluhan & konseling kpd masyarakat
  • meningkatnya cakupan yankes dasar

Sumberdaya di Poskesdes

  • Minimal 1 (satu) orang bidan dan 2 (dua) orang kader
  • Mempunyai sarana bangunan, perlengkapan dan peralatan
  • Mempunyai alat komunikasi ke masyarakat dan ke Puskesmas

Pelaksanaan Pembentukan Desa Siaga di Kabupaten Sekadau

Untuk mengejar ketertinggalan dalam pembentukan desa Siaga di Kabupaten Sekadau, maka pada bulan Januari 2009 Forum Desa Siaga Kabupaten telah mengadakan sosialisasi di tiap-tiap Kecamatan. Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan pemerintahan seperti Kecamatan, PKK, Kepala Desa, Puskesmas, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama. Untuk Kecamatan Belitang Hilir, telah dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2009, bertempat di Puskesmas Sungai Ayak. Fasilitator ada Tim Kabupaten yang dipandu oleh Bapak Laurensius Gaeng. Dari sosialisasi ini diharapkan dapat dibentuk Forum Desa Siaga Tingkat Kecamatan maupun Forum Desa Siaga di Tingkat Desa.



09 Oktober, 2008

PENGOBATAN GRATIS DI SEMADU

Meski masih dalam suasana libur lebaran 1429 H, tidak menghalangi tim dari Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sekadau bersama Puskesmas Sungai Ayak untuk melaksanakan kegiatan bakti masyarakat berupa pelayanan pengobatan dan penyuluhan kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Oktober 2008 di desa Semadu, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau.
Dari Dinkes Kabupaten Sekadau yang ikut dalam pelayanan adalah Dominika, Honorius Bruno, Paulus Yohanes, Harina, Yusfia, dan tidak ketinggalan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Sekadau yaitu ibu Scolastika. Sedangkan dari Puskesmas Sungai Ayak mengikutsertakan Lukas, Strida Tambung, Nonie, Nursiah, dan Yepta Pius.

Mengapa kegiatannya dilaksanakan pada hari libur ?

Hal ini berkaitan dengan Kongres IV Perkumpulan Ria Ensoh (PRE) yang diselenggarakan di Semadu. Perkumpulan Ria Ensoh adalah perkumpulan yang dibentuk oleh anak-cucu Ria Ensoh, seorang tokoh yang terkenal pada masanya di desa Semadu. Ria Ensoh juga merupakan ayah dari Mgr. Hieronimus Bumbun, Uskup Agung Pontianak.

Panitia penyelenggara Kongres meminta kepada Dinkes dan KB Kabupaten Sekadau untuk melaksanakan pengobatan massal gratis sebagai begian dari kegiatan Kongres. Acara yang digelar, selain pengobatan, pelayanan KIA dan KB, juga ada penyuluhan yang disampaikan oleh ibu Scolastika dan Honorius Bruno. Dalam pemaparannya ibu Scolastika lebih banyak bernostalgia tentang masa sekolahnya di SDN Semadu, bersilahturami dengan kawan-kawan sekolahnya dulu. Sementara Bapak Honorius Bruno membawakan materi tentang kebersihan lingkungan dan air bersih.

Sebanyak 140 orang dilayani dalam kegiatan pelayanan pengobatan, KIA dan KB yang terdiri dari 108 pelayanan pengobatan, 28 KB, dan 4 orang KIA.

Ibu Scolastika, Ketua TP PKK Kab. Sekadau


Jalan ke Semadu

Pendaftaran pasien oleh Bagau

Pemeriksaan pasien oleh Nonie


Pemberian obat oleh Harina


Peserta penyuluhan


22 Oktober, 2007

Yankes

Pelayana kesehatan masyarakat di Puskesmas Sungai Ayak berupa pemulihan kesehatan dilaksanakan di Poli Umum dan di Ruang Rawat Inap. Petugas Puskesmas untuk pelayanan ini terdiri dari 2 orang dokter umum dan 3 orang perawat.
Selain pemeriksaan keadaan umum pasien secara klinis, dilakukan juga pemeriksaan laboratorium untuk keadaan tertentu. Laboratorium Puskesmas Sungai Ayak telah aktif sejak semester kedua tahun 2006 yaitu setelah ditempatkannya seorang tenaga analis.








dr. Jessie Prihartanti


Pemeriksaan pasien di Poli Umum











Data Visite Rate (Kunjungan bulan Januari - Agustus 2007




1. Kunjungan Menurut Status Bayar dan Jumlah Retribusi








2. Kunjungan Menurut Golongan Umur










3. Kunjungan Menurut Jenis Pelayanan











Data Penyakit Januari - Agustus 2007









Apotik di Puskesmas Sungai Ayak, penunjang dalam upaya penyembuhan pasien.





















dr.Jessie dan drg. Uliaarta Eva Marpaung di Apotik Puskesmas.